Saturday, September 29, 2018

PRAY FOR DONGGALA - ADA PILU DI KOTA PALU

jenazah tsunami PaluGempa dan tsunami yang melanda Palu ternyata juga berdampak ke sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah, seperti Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam pernyataan kepada Kompas TV pada Minggu (20/9) pagijuru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyebut, pihaknya masih berupaya mengakses Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Ketiga daerah itu masing-masing terletak di utara, selatan, dan timur Kota Palu.
"Dampak gempa ini ternyata bukan hanya di Palu dan Donggala. Ternyata juga di Sigi, Parigi Moutong, dan tempat lain. Kami berupaya mengakses, cuma kita juga mengalami kendala, listrik padam dan komunikasi lumpuh," papar Sutopo.
Di Palu, sambung Sutopo, air bersih menjadi kebutuhan mendesak. "Jaringan air bersih hancur karena gempa, sumur-sumur menjadi keruh," ujarnya.
Sebelumnya, dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (29/9), Sutopo menyebut penanganan darurat masih dipusatkan pada pencarian dan penyelamatan.
Ia membantah tudingan bahwa evakuasi dan penanganan bantuan kemanusiaan berlangsung lambat.
Belum jelas, bagaima upaya pemerintah untuk menjangkau Donggala.
Betapa pun, katanya, "kalau mengacu pada kekuatan gempa bumi, maka yang di Donggala kerusakannya bisa jauh lebih parah. Namun korban jiwa belum tentu, karena sebaran penduduknya berbeda," katanya pula.
Jumlah korban tewas akibat Tsunami dan gempa di Palu, menurut Kepala BNPB Wilem Rampangilei, sudah mencapai 420 orang. Angka korban belum termasuk Donggala yang masih belum bisa diakses di tengah komunikasi yang terputus.
"Itu baru yang di Kota Palu, belum yang di Kabupaten Donggala dan Sigi," kata Wilem Rampangilei di halaman rumah jabatan Gubernur Sulteng di Jalan Moh Yamin, Palu, Sabtu (29/9) malam, sebagaimana dikutip kantor berita Antara.
Willem menambahkan, korban tewas pasti masih bertambah karena banyak reruntuhan gedung seperti hotel-hotel besar, ruko, gudang, perumahan dan lainnya belum bisa disentuh pencarian.
"Kami kesulitan mengerahkan alat-alat berat untuk mencari korban di bawah reruntuhan gedung karena jalur jalan menuju Kota Palu banyak yang rusak," ujarnya.
Sementara itu, wartawan Kompas TV di Palu melaporkan bahwa mobilisasi sulit dilakukan lantaran bahan bakar minyak (BBM) di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) telah habis.
Presiden Joko Widodo dijadwalkan untuk terbang ke kawasan terkena gempa, Minggu (30/9).
"Presiden akan meninjau penanganan darurat kemanusiaan, evakuasi para korban, serta menemui para korban bencana," kata juru bicara presiden, Johan Budi.

korban gempa tsunamiHak atas fotoANTARA FOTO/ROLEX MALAHA
Image captionSebagian korban karena gempa, sebagian karena tsunami.

Lumpuhnya komunikasi, khususnya jaringan telepon seluler, disebabkan oleh banyaknya menara pemancar (Base Transceiver Station/BTS) yang tidak berfungsi, sebagaimana dipaparkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.
Berdasarkan data Kemenkominfo, terdapat 1.678 dari total 4.193 BTS yang tidak berfungsi karena terkendala pasokan listrik. Sementara itu, daya baterai cadangan sudah habis dan tidak bisa mendukung kebutuhan opersional BTS.




Ribuan BTS yang tak berfungsi itu tersebar di sembilan wilayah, antara lain di Kabupaten Banggai, Kabupaten Poso, Donggala, Tolitoli, dan Kabupaten Parigi Moutong. Yang terbanyak di Kota Palu sebanyak 1.167 BTS.

Baca juga berita lainnya di sini